Mengacu pada Surat Edaran yang dirilis pada 26 September 2020, terhitung sejak tanggal 27 September 2020, ITB menetapkan perpanjangan pemberlakuan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di seluruh lingkungan kampus ITB dengan tetap memperhatikan kebijakan pemerintah, kebijakan ITB, dan Penanganan Respons Positif COVID-19.

Tahukah kamu, kondisi pandemi COVID-19 di Indonesia kian memburuk selama dua minggu terakhir. Secara nasional, per tanggal 19 September, kasus COVID-19 yang terkonfirmasi telah menyentuh angka 4.000 kasus per hari. Kamu dapat melihat statistik kasus positif nasional lebih yang jelas melalui website ini

Hingga Sabtu (26/9), sebanyak 25,5% dari total 275.213 kasus nasional tersebut terjadi di Provinsi DKI Jakarta. Bahkan, pertambahan kasus baru di DKI Jakarta telah melewati 1.500 kasus per hari pada Rabu (16/9). Pantau terus data sebaran virus korona di Jakarta di sini.

Dalam seminggu, pasien penderita COVID-19 di Jawa Barat naik 170% 

Perkembangan kasus positif virus korona yang signifikan terjadi dalam rentang satu minggu terakhir. Pada minggu keempat September (21-27 September), terdapat 4.132 sebaran kasus baru di Jawa Barat. Angka ini berjumlah 1,7 kali lebih banyak dari minggu sebelumnya. Di tingkat nasional, Jawa Barat menempati posisi jumlah kasus tertinggi keempat setelah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Hingga 27 September 2020, Jawa Barat menjadi penyumbang 20.954 jumlah kasus terpapar virus korona atau sebesar 7,6% dari total kasus nasional. 

Dikutip dari CNBC Indonesia, persebaran kasus aktif di Jawa Barat cenderung tidak merata. Hanya ada tiga daerah yang masuk Zona Merah atau Risiko Tinggi, yakni Kota Bekasi, Kabupaten Karawang dan Kota Cirebon. Perkembangan kasus aktif di Jawa Barat pun hampir mencapai 8.000. Di Kota Bandung sendiri, sebanyak 213 kasus baru bertambah selama dua minggu terakhir. Bagaimana dengan daerahmu? Cari tahu lebih lanjut soal kasus harian, mingguan, maupun detail lainnya untuk tiap daerah Jawa Barat di sini, ya!

Bagaimana dengan keadaan rumah sakit di Jawa Barat?

Dikutip dari CNBC Indonesia, berdasarkan laporan Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat, Ridwan Kamil, keterisian tempat tidur ruang isolasi Hijau (untuk pasien dengan gejala ringan) adalah 46,24%, Kuning (gejala sedang) sebesar 62,61%, dan Merah (gejala berat) sebesar 50,92%. Sementara itu, keterisian IGD mencapai 19,04% dan ICU sebesar 39,59%. Data ini diperoleh dari 320 rumah sakit rujukan COVID-19 se-Jawa Barat hingga Sabtu (19/9).

Lalu, apa yang bisa lakukan untuk membantu dalam kondisi seperti ini?

Mari terapkan protokol kesehatan dalam melakukan kegiatan sehari-hari selama masa Adaptasi Kebiasaan Baru ini. Protokol kesehatan ini juga nggak sulit, kok. Yuk, selalu pakai masker di mana pun kamu berada. Hindari makan di tempat yang ramai. Apabila harus makan di luar, usahakan untuk tidak berbicara selama makan dan segera kenakan maskermu kembali setelah makan. Jangan pernah bosan untuk cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir selama minimal 20 detik. Juga, biasakan jaga jarak dengan siapa pun di luar rumah dan hindari kerumunan, ya! 

Selain mengikuti protokol kesehatan, sebaiknya kamu juga rutin memonitor kesehatan diri sendiri. Salah satu caranya dengan mengisi data harian di website AMARI melalui link berikut. Kalau pengguna menunjukkan gejala-gejala paparan virus korona, tenaga medis akan langsung menghubungi pengguna. Pengisian data ini juga memudahkan pelacakan kontak antara pengguna yang positif COVID-19 dengan orang lain selama 14 hari ke belakang. Selain melindungi diri sendiri dan orang-orang terdekat, dengan menaati protokol kesehatan dan menerapkan kebiasaan monitoring kesehatan pribadi, kamu juga turut berkontribusi untuk membantu mengakhiri pandemi di negeri kita, lo!

Kontributor: Caroline Aretha M.

September Tak Lagi Ceria, Kondisi Pandemi di Indonesia Makin Mengkhawatirkan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *