Mulai Selasa, 13 April 2021, seluruh umat Muslim di dunia akan kembali menjalani ibadah puasa. Lagi-lagi, Ramadan tahun ini berlangsung di tengah masa pandemi. Sebenarnya, bagaimana pengaruh puasa terhadap kekebalan tubuh, terutama di kala pandemic COVID-19? 

Berbahayakah berpuasa di masa pandemi?

Menurut sebuah studi yang mengamati praktik puasa di Inggris selama Ramadan tahun lalu, tidak terdapat tingkat kematian akibat COVID-19 yang lebih tinggi di kalangan umat Muslim. Perlu dicatat, selama masa Ramadan 2020 tersebut, Inggris melakukan lockdown setelah memuncaknya kasus pasien terkonfirmasi COVID-19Artinya, tidak ada solat berjamaah maupun perayaan yang diselenggarakan sepanjang bulan Ramadan tersebut.

Sebenarnya, bagaimana kaitan antara puasa dan imun tubuh?

Terdapat banyak perdebatan antara pengaruh puasa dengan imun tubuh. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahwa puasa dapat memulihkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini dirangkum dalam jurnal yang diterbitkan Frontiers.

Meskipun telah ditunjukkan pada manusia dan hewan bahwa jumlah sel darah putih yang bertugas melawan virus korona menurun akibat puasa jangka panjang, jumlahnya akan kembali ketika seseorang mengonsumsi makanan. Ya, puasa minimal 3 hari memungkinkan tubuh mulai memproduksi sel darah putih baru dan meremajakan sistem kekebalan untuk melawan infeksi. Selain itu, dilansir dari BBC, puasa dapat melepaskan hormon stres kortisol yang dapat menurunkan respons imun.

Namun, dikutip dari Jakarta Post, puasa juga telah terbukti memperburuk metabolisme dan menyebabkan gangguan respons imun. Apalagi, puasa juga menyebabkan efek samping, seperti, gula darah rendah, lemas, dan kelelahan.

Tahukah kamu, sebuah studi menemukan bahwa berpuasa bisa membantu kita melawan COVID-19! Bagaimana mekanismenya?

Sejauh ini, kematian akibat penyakit pernapasan, termasuk COVID-19, dikaitkan dengan bercak inflamasi yang tidak terkontrol, ketergantungan akan kekebalan, dan produksi sitokin yang berlebihan atau yang disebut dengan badai sitokin. Inilah yang menyebabkan kerusakan jaringan paru-paru.

Apa itu inflamasi dan sitokin? Inflamasi yang kerap dikenal dengan peradangan adalah mekanisme tubuh dalam melindungi diri dari infeksi mikoorganisme asing. Sementara itu, sitokin merupakan protein khusus pembawa pesan antara sel dalam kekebalan tubuh.

Nah, puasa yang dilakukan sepanjang bulan Ramadhan menghasilkan efek positif pada keseluruhan status inflamasi tubuh manusia dan cenderung menurunkan produksi sitokin pro-inflamasi tersebut. Selain itu, puasa mengembalikan keseimbangan sistem yang sangat penting untuk mengurangi efek berbahaya penyebab kerusakan jaringan paru. Dapat disimpulkan, puasa mungkin memiliki efek menguntungkan terhadap COVID-19.

Eits, ternyata dampak positif ini bisa berkurang karena pola tidur selama bulan Ramadan! Kok bisa?

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa total waktu tidur seseorang yang berpuasa di bulan Ramadan menurun secara signifikan sekitar 1 jam. Di sisi lain, orang jadi lebih mudah mengantuk di siang hari. Dengan berkurangnya jam tidur, tubuh jadi semakin rentan terhadap infeksi karena menurunkan fungsi kekebalan.

Memang, tidur yang cukup merupakan salah satu cara untuk menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh. Untuk menjaga kualitas tidur pada bulan puasa, kamu bisa memajukan waktu tidur ke waktu tertentu secara konsisten setiap harinya. Jika memungkinkan, segera tidur setelah salat tarawih dan jangan biasakan untuk bergadang. 

Selamat menunaikan ibadah puasa, teman-teman! Tetap jaga kesehatan dan selalu terapkan protokol kesehatan, ya! Jangan lupa untuk rutin memantau kesehatan pribadimu lewat AMARI, ya!

Kontributor: CAM

Referensi:

Abunada, T., Abunada, H., & Zayed, H. (2020). Fasting Ramadan During COVID-19 Pandemic: Immunomodulatory Effect. Frontiers in nutrition7, 557025. https://doi.org/10.3389/fnut.2020.557025

Moghadam, M. T., Taati, B., Paydar Ardakani, S. M., & Suzuki, K. (2021). Ramadan Fasting During the COVID-19 Pandemic; Observance of Health, Nutrition and Exercise Criteria for Improving the Immune System. Frontiers in nutrition7, 570235. https://doi.org/10.3389/fnut.2020.570235

Puasa dan Kekebalan Tubuh: Amankah Berpuasa Saat Pandemi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *