Sejak beberapa bulan terakhir,  kehidupan di muka Bumi berubah dengan adanya wabah disebabkan oleh virusCorona. Penyakit ini muncul di akhir tahun 2019,  disebut sebagai COrona VIrus Disease 2019/COVID-19. Penyakit yang belum ada obatnya ini hanya dapat dicegah/disembuhkan dengan imunitas tubuh, saat ini menjadi penyakit yang berbahaya karena sifatnya yang SANGAT MUDAH DITULARKAN hanya dengan melalui kontak dari orang ke orang

Sebagai pencegahan infeksi,  vaksin dapat diinjeksikan ke tubuh untuk menghalau virus, namun hingga saat ini vaksin COVID-19 juga  belum ditemukan. Tindakan pencegahan dengan menghindari kontak  dan membersihkan diri merupakan satu-satunya cara memutus rantai penularan dari manusia ke manusia. 

Menghindari kontak

COVID-19 mulai menginfeksi tubuh ketika memasuki portal of entry  yaitu selaput lendir yang terdapat pada mata, hidung dan mulut. Kontak dan lalu penularan ini dapat terjadi secara langsung melalui bersentuhan dengan pembawa virus.  

Kontak tidak langsung terjadi melalui menempelnya butiran (droplets) air liur pembawa virus, yang menyebar ke lingkungan ketika seorang pembawa virus batuk/bersin, bahkan juga  pada saat berbicara. Droplets di lingkungan mengkontaminasi benda-benda di sekitar kita, dan berpindah ke tangan pada saat kita menyentuh benda-benda tersebut. 

Ketika terlepas ke udara, droplets dapat seketika mencapai jarak 1 meter. Dalam 10 detik droplets mengandung virus dapat terdeteksi pada jarak 2-3 m. Tidak hanya batuk dan bersin, berbicara, terutama di dalam ruangan tertutup, dapat mengakumulasi dan menyebarkan droplets.   Penggunaan masker dapat membatasi  jarak penyebaran virus dari orang yang menjadi sumber, namun tidak sepenuhnya.  

Maka, menjaga jarak fisik  dari orang ke orang dan  menghindari kerumunan mengurangi potensi transmisi virus.

Cuci tangan pakai sabun (CTPS)

Virus dapat bertahan hidup dari beberapa menit hingga 5 hari di berbagai jenis permukaan benda yang tidak dibersihkan setelah terkontaminasi. Meski terdengar menakutkan, dinding virus adalah lipid yang  mudah dihancurkan dengan pelarut lemak seperti sabun, alkohol dan larutan asam. Mencuci tangan dengan sabun atau usapan/semprotan larutan mengandung alkohol akan mematikan virus. 

Masker dan tameng wajah

Perlukah setiap orang menggunakan masker? Masker tidak saja melindungi orang di sekitar bila kita kebetulan menjadi pembawa virus, tapi lebih penting lagi adalah melindungi kita agar virus tidak dapat secara langsung memasuki portal of entry utama yaitu hidung dan mulut. Perlindungan lebih untuk COVID-19 portal of entry termasuk mata dapat diperoleh dengan menggunakan juga tameng wajah (face shield).

Penelusuran kontak

Di mana kita dapat berkontak dengan virus? Resiko tertular dapat terjadi kapan saja dan di mana saja. Kita tidak dapat mengetahui siapa yang telah membawa virus, dan  telah berapa lama virus bertebaran di udara atau menempel pada benda-benda yang kita sentuh.  Pengenalan gejala sejak awal dapat membantu  pihak yang berwenang (Pemerintah setempat atau pengelola kampus) untuk memberikan penanganan dan menentukan kebijakan pencegahan dengan segera. 

Untuk mendeteksi,  ITB bersama UNPAD telah mengembangkan sistem respons dan pencegahan penyebaran bernama AMARI COVID-19. Mari menjaga diri dari potensi penularan, maupun kemungkinan menjadi sumber penularan  dengan melaporkan kondisi kesehatan secara teratur melalui AMARI COVID-19.

Kontributor : Dr. Driejana
Direview : dr. Dwi Agustian, Ph.D
Ilustrasi : Dr. Intan Mutiaz

Pencegahan penyebaran dan penelusuran kontak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *