Kalangan dewasa muda atau temanmu sendiri mungkin masih ada yang tidak percaya dengan keberadaan virus korona. Lebih-lebih, mereka mungkin menganggap dirinya kebal akan infeksi virus penyebab COVID-19 ini. Namun, ternyata di Amerika Serikat, dampak COVID-19 di kalangan dewasa muda lebih buruk daripada epidemi terparah akibat AIDS, loh! Yuk cari tahu faktanya lebih lanjut tentang orang dewasa muda dan COVID-19!

Tahukah kamu, kalangan dewasa muda dianggap sebagai super spreader COVID-19

Dikutip dari National Geographic, direktur regional World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa orang-orang berusia 20-an hingga 40-an memiliki peran besar dalam penyebaran virus. Hal ini didukung oleh studi yang dilakukan peneliti dari Georgia selama tiga bulan. Dalam studi yang diterbitkan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America ini, ditemukan bahwa kalangan dewasa muda menularkan virus korona 2,78 kali lebih banyak dibanding lansia.

Salah satu alasan tingginya infeksi virus korona pada orang dewasa ialah pekerjaan yang menuntut mereka untuk bertemu banyak orang atau tidak bisa menerapkan kebijakan WFH. Selain itu, kecenderungan anak-anak muda yang tidak menganggap serius bahaya virus korona dengan tetap mementingkan kesenangan, seperti berkerumun dengan teman-teman, menghadiri pesta, serta abai akan protokol kesehatan juga menjadi penyebabnya. Akibatnya, orang tua atau lansia yang memiliki risiko lebih besar saat terinfeksi COVID-19 yang sudah berdiam diri di rumah pun tetap berpotensi tertular virus korona.

Pasien dewasa muda juga membutuhkan perawatan intensif dan alat bantu pernafasan

Pada bulan September 2020, sebuah studi terhadap pasien berusia 18—34 tahun dilakukan setelah COVID-19 meningkat pesat di kalangan dewasa muda Amerika Serikat. Hasilnya sebanyak 21% orang dewasa muda membutuhkan perawatan intensif, dan 2,7% meninggal. 

Penyakit bawaaan seperti obesitas, hipertensi, dan diabetes umum ditemui dan dikaitkan dengan risiko efek samping tersebut. Selain itu, orang dewasa muda dengan lebih dari satu penyakit bawaan di atas memiliki risiko yang sebanding dengan orang dewasa paruh baya yang tidak memiliki komorbid. Sisanya, sebanyak 3% pasien yang telah selesai menjalani rawat inap dipulangkan ke fasilitas perawatan pascaakut.

Tingginya kematian akibat infeksi virus korona di kalangan dewasa muda 

Di Amerika Serikat, sejak Maret hingga Juli 2020, sekitar 76.000 orang dewasa muda meninggal akibat COVID-19. Kematian di kalangan usia 25—44 tahun ini lebih tinggi nyaris 12.000 kali dibanding tren musim sebelumnya. Bahkan, pada bulan Juli, angka kematian di antara orang dewasa muda mencapai lebih dari 16.000. Analisis ini diterbitkan dalam Journal of American Medical Association (JAMA). 

Salah satu penulis studi tersebut, dokter pengobatan darurat asal Boston, Dr. Jeremy Faust, menyampaikan bahwa tingkat kematian orang dewasa muda di tengah pandemi sebanding dengan periode puncak krisis HIV / AIDS. FYI, pada tahun 1995, infeksi HIV adalah penyebab utama kematian, yakni sebesar 19%, di antara orang Amerika berusia 25 hingga 44 tahun. Saat itu, sekitar 13.000 anak muda meninggal setiap bulannya. 

Yuk, cegah penularan virus korona dari diri sendiri maupun orang lain!

Nah, pencegahan penyebaran virus korona sebenarnya sangat sederhana. Kamu bisa mulai dengan menerapkan protokol kesehatan, yakni mencuci tangan pakai sabun, memakai masker selama di luar rumah, dan menjaga jarak dari kerumunan. Selanjutnya, usahakan untuk tetap #diRumahAja kalau nggak ada urusan mendesak. Jangan lupa untuk mendesinfeksi seluruh permukaan yang akan kamu gunakan di tempat umum sebelum kamu sentuh serta barang-barang yang telah kamu gunakan sepulang dari luar, seperti kenop pintu, ponsel, dompet, tas, laptop, dan sepatu. Mari jaga keluargamu untuk tetap sehat!

Kontributor: CAM

Referensi:

Cunningham, J. W., Vaduganathan, M., Claggett, B. L., Jering, K. S., Bhatt, A. S., Rosenthal, N., & Solomon, S. D. (2020). Clinical Outcomes in Young US Adults Hospitalized With COVID-19. JAMA internal medicine181(3), 379–381. Advance online publication. https://doi.org/10.1001/jamainternmed.2020.5313

Faust, J. S., Krumholz, H. M., Du, C., Mayes, K. D., Lin, Z., Gilman, C., & Walensky, R. P. (2021). All-Cause Excess Mortality and COVID-19-Related Mortality Among US Adults Aged 25-44 Years, March-July 2020. JAMA325(8), 785–787. https://doi.org/10.1001/jama.2020.24243

Mulai dari Super Spreader hingga Risiko Kematian, ini Fakta tentang Kalangan Dewasa Muda dan COVID-19!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *