AMARI COVID-19 ITB

COVID-19 sangat cepat menyebar sehingga pemantauan lokasi dan pergerakannya sangat penting untuk mengurangi dan menghentikan penyebaran.

Tetaplah TINGGAL DI RUMAH dan MENGISI AMARI SETIAP HARI melalui form pada amari.itb.ac.id/cekcovid.

Konsistensi adalah kunci keberhasilan kita. Semoga kita selalu sehat dan Indonesia segera terbebas dari wabah COVID-19

PETUNJUK PENGISIAN AMARI

Pengisian AMARI di laman amari.itb.ac.id/cekcovid dengan prosedur sebagai berikut:

  1. Untuk Monitoring Gejala dan Kontak Sehari-Hari:
  2. Pada pertanyaan “Apa tujuan anda mengisi AMARI” pilih “Monitoring Gejala dan Riwayat Kontak”
  3. Pada tahap pengisian “Informasi Gejala” terdapat isian “Suhu Tubuh (dalam °C).
  4. Pertanyaan ini sekaligus bertujuan untuk mengedukasi masyarakat bahwa pengukuran suhu tubuh mandiri dalam monitoring gejala COVID-19 perlu dilakukan. Selain berguna saat perlu dilakukan evaluasi gejala, riwayat suhu tubuh dapat membantu tenaga medis mendiagnosis kondisi kesehatan.
  5. Bila saat mengisi tidak dapat melakukan pengukuran suhu tubuh sehingga tidak memiliki data terbaru, namun pengguna sedang berada pada kondisi sehat, masukan data perkiraan rata-rata suhu tubuh normal anda berdasarkan pengalaman. Selanjutnya dianjurkan untuk memiliki alat ukur suhu tubuh, sehingga pada saat demam dapat melaporkan kondisi terkini kepada tele-medicine bila diperlukan.
  6. Sesuai dengan perkembangan menghadapi AKB, bagi Civitas yang tidak mengalami gejala atau kontak dengan pasien/ODP COVID-19 dan bekerja dari rumah (WfH) /melakukan kegiatan akademik di luar kampus, AMARI wajib diisi setiap 1(satu) minggu sekali untuk memonitoring status kesehatan civitas terkait COVID-19. Bagi yang mengalami gejala, sedikitnya mengisi setiap 3 (tiga) hari sekali.
  7. Pengingat (reminder) untuk mengisi akan dikirimkan melalui e-mail yang memiliki tautan ke laman pengisian. Pastikan  e-mail yang didaftarkan di AMARI adalah email yang sama dengan yang akan digunakan bila mengajukan ijin masuk kampus melalui prosedur yang ditetapkan (lihat bagian B).
  8.  Isi AMARI lebih sering (tiap hari) bila gejala masih dirasakan, agar tele-edukasi/tele-medicine dapat mengecek kondisi anda.

 

  • Pada saat memiliki rencana untuk masuk kampus:
  • Prosedur perijinan untuk masuk kampus tetap mengikuti protokol yang ditetapkan oleh masing-masing Unit/F/S.
  • Isilah AMARI pada hari H-1 pk.15:00WIB hingga selambatnya pukul 13:00 WIB pada Hari H berencana masuk kampus. Pada pertanyaan “Apa tujuan anda mengisi AMARI” pilih  “Ijin Masuk Kampusuntuk mengkonfirmasi kembali monitoring gejala dan memproduksi QR Code agar dapat memasuki area kampus.
  • Pertanyaan  mengenai gejala dan riwayat kontak di pilihan “Ijin Masuk Kampus” serupa dengan bila anda melakukan “Monitoring Gejala dan Riwayat Kontak” sehari-hari. Namun, pada “Ijin Masuk Kampus” akan disertai dengan pertanyaan tambahan terkait dengan lokasi yang dituju di dalam kampus. Pilih gedung yang akan dituju di dalam kampus.
  • Data dari pengisian pilihan “Ijin Masuk Kampus” ini akan dikonfirmasikan DitSarPras ITB ke Unit/F/S terkait untuk mendapatkan QR Code saat melewati gerbang masuk kampus.
  • Data pada pengisian “Suhu Tubuh (dalam °C) di dalam “Informasi Gejala” akan disertai pengukuran suhu real-time pada saat pengguna akan melewati gerbang masuk kampus.

 

C.    Bagi mahasiswa ITB yang baru datang di Kota Bandung dari kota/daerah dengan transmisi lokal, sesuai dengan SE Nomor : 871/IT1.B03/HK.00/2020 wajib:

 Mengisi AMARI  selama 14 hari berturut-turut sebelum merencanakan untuk masuk ke kampus.

  1. Jika di dalam waktu 14 (empat belas) hari tersebut muncul gejala, ybs. wajib melapor ke Hotline UPT Layanan Kesehatan ITB di nomor HP 0812 9448 8766 (24 jam) Agar berada di bawah pemantauan UPT Yankes ITB melalui tele-medicine, bekerjasama dengan Dinkes Kota Bandung.

 

Sumber:

  1. SE SI No. 871/IT1.B03/HK.00/2020
  2. Surat DitSP No.2054/IT1.B05.2/LK.02/2020