Dalam tubuh orang-orang yang telah sembuh dari COVID-19 akan terbentuk antibodi virus korona. Hal ini jugalah yang melatarbelakangi adanya terapi donor darah plasma konvalesen. Terapi ini digunakan untuk membantu pasien lain yang belum sembuh dari infeksi COVID-19 atau sedang dalam masa pemulihan menggunakan plasma konvalesen dari para penyintas COVID-19. Nah, sebenarnya, berapa lama antibodi ini dapat bertahan? Lalu, apakah penyintas COVID-19 tetap membutuhkan vaksin?

Berapa lama antibodi virus korona para penyintas COVID-19 dapat bertahan? 

Dikutip dari CNN, antibodi yang terbentuk dari penyintas COVID-19 memang bertahan lama. Namun, saat ini, beberapa varian virus korona dapat menghindari antibodi dan berpotensi menularkan seseorang yang telah terinfeksi varian COVID-19 awal. Hal ini disampaikan oleh dr. Antonio Crespo, direktur medis penyakit menular di Orlando Health Medical Group Infectious Disease.

Dalam suatu penelitian besar terhadap lebih dari 12.000 pekerja perawatan kesehatan di Rumah Sakit Universitas Oxford di Inggris pada bulan Desember, sangat sedikit penyintas COVID-19 yang terinfeksi untuk kedua kalinya selama periode enam bulan. 

Menurut sebuah studi yang diterbitkan British Medical Journal (BMJ) yang diterbitkan pada awal tahun 2021 ini, para penyintas COVID-19 kemungkinan akan terlindungi dari penularan virus korona selama lima bulan. Penelitian ini juga menemukan bahwa orang yang pernah terinfeksi sebelumnya memiliki risiko terinfeksi kembali sebesar 83% lebih rendah dibandingkan dengan orang yang belum pernah terinfeksi. Selain itu, meskipun memiliki risiko infeksi ulang rendah, para penyintas COVID-19 masih dapat membawa virus di hidung atau tenggorokan serta menularkannya ke orang lain

Apakah penyintas COVID-19 memerlukan vaksin?

Penelitian di atas tidak mempertimbangkan efek vaksin maupun varian baru virus korona. Untuk itu, peneliti juga mengingatkan bahwa perlindungan lima bulan tersebut tidaklah mutlak. Artinya, sampai saat ini, masih belum ada kepastian berapa lama antibodi penyintas COVID-19 dapat bertahan. Selain itu, meski kecil, para penyintas COVID-19 juga masih memiliki kemungkinan terinfeksi kembali. Inilah yang menjadi alasan mengapa para penyintas COVID-19 tetap membutuhkan vaksin.

Saat ini, tidak ada data tentang keamanan dan kemanjuran vaksin COVID-19 pada orang yang menerima antibodi monoklonal atau plasma pemulihan sebagai bagian dari pengobatan COVID-19. Namun, infeksi ulang virus korona tampaknya jarang terjadi dalam 90 hari setelah infeksi awal. Untuk itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menganjurkan para penyintas COVID-19 menunggu setidaknya 90 hari sebelum mengikuti vaksinasi. 

Selain itu, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Zullies Ikawati, Ph.D., Apt menyampaikan kepada Kompas.com, setelah tiga bulan, antibodi penyintas COVID-19 memang sudah mulai menurun. 

Nah, sekarang, sudah tahu, kan, kenapa vaksinasi di Indonesia yang menggunakan CoronaVac buatan Sinovac mensyaratkan penyintas COVID-19 yang sembuh untuk menunggu jangka waktu tiga bulan dahulu?

Kontributor: Caroline Aretha M.

Referensi:

Lumley, S. F., O’Donnell, D., Stoesser, N. E., Matthews, P. C., Howarth, A., Hatch, S. B., Marsden, B. D., Cox, S., James, T., Warren, F., Peck, L. J., Ritter, T. G., de Toledo, Z., Warren, L., Axten, D., Cornall, R. J., Jones, E. Y., Stuart, D. I., Screaton, G., Ebner, D., … Oxford University Hospitals Staff Testing Group (2021). Antibody Status and Incidence of SARS-CoV-2 Infection in Health Care Workers. The New England journal of medicine384(6), 533–540. https://doi.org/10.1056/NEJMoa2034545

Mahase E. (2021). Covid-19: Past infection provides 83% protection for five months but may not stop transmission, study finds. BMJ (Clinical research ed.)372, n124. https://doi.org/10.1136/bmj.n124

If you’ve had Covid-19, here’s what you should know about vaccines, variants and more. Diakses melalui https://edition.cnn.com/2021/02/05/health/what-covid-19-survivors-should-know-explainer-wellness/index.html pada 28 Maret 2021.

Dear Penyintas COVID-19, Ini Jawaban Pertanyaanmu tentang Vaksin dan Antibodi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *