Menurut American Academy of Pediatrics and the Children’s Hospital Association, anak-anak di bawah usia 10 hingga 14 tahun memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk terinfeksi virus korona dibandingkan dengan orang yang berusia 20 ke atas. Ya, anak-anak mungkin saja kurang rentan terhadap infeksi virus penyebab COVID-19 dibanding orang dewasa, tetapi bukan berarti anak-anak tidak mungkin tertular COVID-19. Apalagi, varian virus korona baru menyebabkan virus lebih rentan untuk menginfeksi anak-anak. Untuk itu, mengetahui gejala COVID-19 dan penanganan pada anak menjadi hal yang penting. 

Gejala COVID-19 pada anak-anak

Menurut Kepala The Royal College of Paediatrics and Child Health (RCPCH), sebagian besar anak-anak dan remaja yang mengidap COVID-19 tidak memiliki gejala atau hanya mengalami penyakit yang sangat ringan. Selain itu, meskipun varian baru virus korona lebih mudah menyerang anak-anak, belum ada perubahan tingkat perubahan pada pasien anak-anak dan remaja yang terpapar varian baru virus korona. Kalau kamu ingin mengetahui seberapa berbahaya dan bagaimana tingkat keparahan virus korona pada anak-anak, tengok artikel berikut, ya!

Dikutip dari Centers for Disease Control and Prevention, sama seperti orang dewasa, gejala infeksi SARS-CoV-2 pada anak-anak dapat muncul pada hari kedua hingga keempat belas dengan rata-rata enam hari. Gejala COVID-19 pada anak-anak ialah:

  • Demam
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Mialgia
  • Batuk
  • Hidung tersumbat atau rinorea
  • Kehilangan rasa atau bau
  • Sakit tenggorokan
  • Sesak napas atau kesulitan bernapas
  • Sakit perut
  • Diare
  • Mual atau muntah
  • Nafsu makan buruk atau kurang makan

Anak-anak yang terinfeksi virus korona biasanya tidak menunjukkan gejala yang jelas, bahkan bisa jadi asimtomatik (tanpa gejala). Gejala yang paling umum dialami pasien COVID-19 anak-anak ialah batuk dan atau disertai demam. Sebagai tambahan, menurut penelitian di Provinsi Alberta, Kanada, 68% anak-anak yang dinyatakan positif terinfeksi virus korona mengalami demam. 

Namun, ada sedikit perbedaan terkait gejala umum dalam penelitian ini. Penelitian yang dilakukan dengan tes PCR kepada 2.400 anak selama sekitar 4,5 bulan ini menunjukkan bahwa gejala yang paling banyak ditemukan pada anak-anak yang positif terinfeksi virus korona ialah kehilangan bau atau rasa. Selain itu, gejala sakit perut juga muncul lima kali lebih tinggi dan sakit kepala dua kali lebih tinggi dibanding gejala lainnya. 

Penanganan dan isolasi mandiri untuk anak-anak penderita COVID-19

Jika anak-anak di keluargamu menunjukkan gejala terpapar virus korona, segera hubungi penyedia layanan kesehatan anak. Apabila anak ditetapkan sebagai kasus suspek atau pasien dengan gejala ringan, ia harus menjalani prosedur isolasi mandiri. Penerapan isolasi mandiri pada anak-anak juga pada dasarnya sama seperti isolasi mandiri untuk orang dewasa yang terjangkit COVID-19.  Anak-anak perlu dijaga di rumah dan dijauhkan dari orang lain, kecuali untuk mendapatkan perawatan medis. Apabila memungkinkan, anak-anak juga sebaiknya menggunakan kamar tidur dan kamar mandi terpisah dari anggota keluarga lainnya. 

Namun, dalam kasus pasien COVID-19 anak-anak di Indonesia, harus ada orang tua atau wali yang memiliki kapasitas untuk menjalankan pengasuhan. Apabila syarat pengasuhan dari orang tua atau wali tidak dapat dipenuhi, petugas medis akan merekomendasikan untuk menghubungi dinas yang menyelenggarakan urusan perlindungan anak setempat untuk memastikan anak memperoleh tempat untuk menjalani isolasi mandiri

Tips menjaga anak-anak dari paparan virus korona

Mengurus anak-anak di rumah selama pandemi mengharuskan kita memberikan perlindungan ekstra. Dikutip dari Mayo Clinic, ini dia beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mencegah penularan virus korona pada anak-anak yang tinggal bersamamu:

  • Mintalah anak-anak di keluargamu mencuci tangan segera setelah pulang, setelah pergi ke kamar mandi, dan sebelum makan atau menyiapkan makanan. Ajarkan kebiasaan cuci tangan yang benar secara menyenangkan, misalnya dengan membuat gelembung sabun atau sambil bernyanyi
  • Kurangi bepergian dan hindari kerumunan. Jika harus pergi, usahakan jangan membawa anak-anak. Jika anak-anak terpaksa ikut keluar rumah, pastikan ia menjaga jarak 2 meter dari orang lain
  • Ajak anak bermain di rumah sendiri atau berinteraksi dengan kerabat dan teman-temannya secara virtual. Untuk saat ini, jangan biarkan anak bermain langsung dengan peralatan bersama atau bermain dengan anak-anak lainnya, baik itu tetangga atau saudara. Ingat, virus bisa menular dari orang-orang tanpa gejala
  • Bersihkan dan disinfeksi rumah, terutama di area yang mudah kotor dan kerap disentuh anak-anak, termasuk mainan
  • Jika anak-anak di keluargamu berusia 2 tahun atau lebih, mintalah dia mengenakan masker kain saat berada di luar. Namun, jangan berikan masker pada anak di bawah usia 2 tahun, anak yang mengalami masalah pernapasan, atau anak yang memiliki kondisi yang membuatnya tidak dapat melepaskan masker tanpa bantuan

Yuk, ciptakan lingkungan yang sehat bagi anak-anak untuk mencegah hal yang tidak diinginkan!

Kontributor: Caroline Aretha M.

Referensi: 

CDC. (2020). Information for Pediatric Healthcare Providers: Infections Among Children  https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/hcp/pediatric-hcp.html pada 23 Januari 2021.

Kompas.com. (2020). Saat Anak Merasakan Gejala atau Positif Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?. Diakses melalui https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/09/204500965/saat-anak-merasakan-gejala-atau-positif-covid-19-apa-yang-harus-dilakukan?page=all pda 23 Januari 2021.

King, J. A., Whitten, T. A., Bakal, J. A., & McAlister, F. A. (2021). Symptoms associated with a positive result for a swab for SARS-CoV-2 infection among children in Alberta. CMAJ : Canadian Medical Association journal = journal de l’Association medicale canadienne193(1), E1–E9. https://doi.org/10.1503/cmaj.202065

Mayo Clinic. (2020). COVID-19 (coronavirus) in babies and children. Diakses melalui https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/coronavirus/in-depth/coronavirus-in-babies-and-children/art-20484405 pada 23 Januari 2021.z

COVID-19 pada Anak-anak: Gejala, Penanganan, dan Tips Pencegahannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *