Tetap menjaga tubuh dalam kondisi sehat merupakan salah satu kunci utama dalam menghadapi pandemic COVID-19. Dengan ditutupnya berbagai sarana olahraga akibat pemberlakuan physical distancing, berikut merupakan beberapa jenis olahraga yang dapat menjadi alternatif solusi untuk menjaga tubuh tetap bugar. 

Bagi kamu yang telah terbiasa dengan rutinitas sebelum pandemi, menemukan motivasi untuk tetap berolahraga selama pandemi dapat menjadi tantangan tersendiri. Interaksi sosial yang semula dengan mudah dilakukan baik di pusat kebugaran, kolam renang, maupun klub olahraga lainnya dapat menurunkan semangat dalam beraktivitas normal. Terlepas dari semua itu, kamu harus sadari bahwa olahraga merupakan suatu hal yang tetap wajib dilakukan oleh semua orang. Tahukah kamu bahwa berolahraga dapat menurunkan tingkat depresi, stress serta kecemasan? Dilansir dari Help Guide, olahraga secara rutin dapat membantu seseorang untuk mengontrol emosi serta mengembalikan sense of control di masa penuh ketidakpastian ini.

Jenis olahraga apa saja yang disarankan?

Durasi olahraga yang direkomendasikan untuk orang dewasa berada pada 150 menit kegiatan sedang per minggu, dengan dua sesi yang dikhususkan untuk menambah kekuatan tubuh. Hal ini berarti bahwa disarankan untuk melakukan pergerakan selama 30 menit, lima kali dalam seminggu. Berikut merupakan beberapa jenis olahraga yang dapat dilakukan selama pandemic:

  • Menghirup udara segar sebanyak mungkin dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Hal ini dapat dilakukan dengan berjalan mengelilingi area perumahan, jogging maupun bersepeda
  • Untuk olahraga dengan intensitas ringan, kamu dapat mencoba untuk mendengarkan lagu atau podcast selama berkegiatan. 
  • Jelajahi lingkungan sekitar rumahmu, hal ini dilakukan untuk menstimulasi pikiran akan hal baru. Ambil rute perjalanan yang tidak biasa agar kamu tidak mudah merasa bosan.
  • Jangan takut untuk mencoba hal baru. Ini merupakan saat yang tepat untuk memulai jenis olahraga yang tidak sempat kamu lakukan sebelumnya. Bisa saja kamu akan menemukan bakat serta minat baru di tengah masa pandemi ini.
  • Bagi kamu seorang pecinta pusat kebugaran, menciptakan area kecil di dalam rumah yang dikhususkan untuk berolahraga dapat memicu motivasimu untuk tetap bugar.

Setelah mengetahui jenis olahraga yang disarankan, bagaimana cara berolahraga yang benar?

Kewajiban mengenakan masker selama berolahraga masih menuai perdebatan di masyarakat. Faktanya, World Health Organization (WHO) pada 3 Agustus 2020 telah mengeluarkan sebuah panduan yang menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mengenakan masker selama berolahraga. Ketika melakukan olahraga dengan intensitas yang berat, masker dapat menghambat suplai oksigen yang dibutuhkan oleh tubuh. Hal ini akan mengakibatkan seseorang untuk mengalami kesulitan bernapas. Seseorang dengan penyakit gangguan pernapasan seperti asma dan bronkitis dapat lebih rentanterhadap efek samping ini. Selain itu, masker yang lembab akibat keringat dapat menjadi sarang bagi bakteri dan jamur penyebab penyakit. 

Seiring berkembangnya penelitian terkait penggunaan masker di tengah aktivitas olahraga, para peneliti dari University of Saskatchewan menemukan sebuah fakta baru. Penelitian yang dikeluarkan pada 5 November 2020 ini menyatakan bahwa tidak ditemukan sebuah hubungan antara penggunaan masker dengan reduksi jumlah oksigen yang dihirup oleh seseorang. Studi ini melakukan evaluasi terhadap penggunaan masker kain lapis 3 dan melibatkan 14 peserta pria dan wanita. Pada percobaan ini, para peserta diminta untuk beraktivitas menggunakan stationary bike dengan kondisi (1) menggunakan surgical mask, (2) menggunakan masker kain serta (3) tidak menggunakan masker. Hasil studi menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan saturasi oksigen, tingkat kelelahan serta detak jantung antara tidak menggunakan masker serta penggunaan masker. 

Terlepas dari perbedaan pendapat terkait penggunaan masker ini, langkah terbaik dalam menjaga kebugaran tubuh selama pandemi adalah dengan tetap berolahraga secara rutin. Dengan dikeluarkannya temuan terbaru terkait penggunaan masker, ada baiknya untuk tetap mengenakan masker selama beraktivitas, dengan mengurangi intensitas olahraga yang biasa dilakukan. Selain mengenakan masker, pastikan pula untuk senantiasa menaati protokol 3M  lainnya ya!

Kontributor: Addina Shafiyya Ediansjah

Bagaimana Cara Berolahraga Yang Benar Semasa Pandemi?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *