Berdasarkan pemantauan demografi pasien COVID-19 di Amerika Serikat yang dilaksanakan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) sepanjang bulan Maret 2020, sebanyak 89,3% dari 180 pasien COVID-19 memiliki komorbiditas. Komorbiditas adalah penyakit penyerta atau penyakit bawaan. Kasus komorbiditas ini banyak ditemui pada pasien berusia di atas 65 tahun. 

Tak hanya di Amerika Serikat, pengaruh komorbiditas terhadap pasien terinfeksi virus korona juga terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Dikutip dari Kompas.com, dalam diskusi virtual ‘Arah Kebijakan Penanganan Pandemi Covid-19’ yang digelar, Rabu, 16 September 2020 lalu, Letjen Monardo mengungkapkan bahwa tingkat penderita COVID-19 dengan komorbiditas di beberapa daerah telah mencapai angka 92%. Kepala Satgas Nasional Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB tersebut juga menambahkan, penyakit penyerta ini dapat memperparah penyakit akibat virus korona hingga meningkatkan risiko kematian, apalagi bagi pasien lanjut usia.

Apa saja penyakit bawaan yang paling banyak ditemukan dalam kasus kematian penderita COVID-19?

Kepada Kompas.com, seorang pakar epidemiologi, Dicky Budiman, mengungkapkan, komorbiditas yang banyak ditemukan pada pasien COVID-19 di tingkat nasional maupun internasional tidak jauh berbeda. Epidemiologi di Griffith University Australia tersebut menambahkan, penderita COVID-19 yang punya riwayat obesitas atau kegemukan akan mempunyai dua risiko sekaligus, yakni lebih mudah terinfeksi dan lebih mudah jatuh dalam kondisi kritis kemudian meninggal dunia. 

Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menggunakan COVID-NET di 14 negara bagian untuk memantau demografi pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit. Sepanjang bulan Maret 2020, sebanyak 89,3% dari 180 pasien yang menggunakan COVID-NET memiliki komorbiditas. Dari 180 pasien, 94,4% berusia 65 tahun ke atas memiliki setidaknya satu komorbiditas. Komorbiditas yang paling sering ditemukan adalah obesitas, hipertensi, dan diabetes melitus (Sanyaolu, A., dkk., 2020).

Bagaimana dengan Indonesia? Berdasarkan penelitian Karyono dkk. (2020) dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM, komorbiditas tertinggi di Indonesia ialah hipertensi (52,1%), diabetes (33,6%), dan penyakit jantung lainnya (20,9%). Ketiga penyakit bawaan tersebut menyebabkan risiko kematian yang lebih tinggi dibanding penyakit penyerta lainnya. 

Dilansir dari CDC (2020), ini dia kondisi yang dapat meningkatkan risiko penyakit parah akibat COVID-19:

  • Kanker
  • Penyakit ginjal kronis
  • COPD (penyakit paru obstruktif kronik)
  • Sistem kekebalan yang lemah
  • Obesitas (indeks massa tubuh [BMI] 30 atau lebih tinggi)
  • Penyakit jantung
  • Penyakit sickle cell 
  • Diabetes melitus tipe 2

Sebagai imbauan, orang dengan penyakit bawaan sebaiknya bekerja dari rumah (WFH). Untuk itu, monitoring gejala setiap hari, terutama saat hendak masuk kerja, menjadi hal yang penting. Hal ini dapat dilakukan secara cepat dan mudah melalui laman AMARI. Apabila terdapat indikasi penyakit yang dapat memperparah penderita COVID-19, pengguna AMARI akan dianjurkan untuk bekerja di rumah. 

Meski tidak punya penyakit bawaan, risiko kematian akibat virus korona tetap ada lo!

Dilansir dari The Conversation, hingga saat ini, belum ada penelitian yang secara spesifik mengukur tingkat kematian yang murni disebabkan oleh COVID-19 di dunia. Namun, pada bulan April lalu, sebanyak 11 pasien atau 14% dari 65 pasien RSUP Persahabatan yang meninggal akibat virus korona tidak memiliki komorbiditas. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama, dr Rita Rogayah, SpP(K), MARS. Jadi, jangan lagi meremehkan virus korona ya!

Yuk, tetap waspada dan cegah paparan virus korona dengan terus menerus menerapkan 3M, yaitu mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, memakai masker setiap saat, dan menjaga jarak di tempat umum. Selain itu, kamu juga dapat memantau kesehatan diri serta gejala paparan virus korona dengan mengisi Aplikasi Mawas Diri COVID-19 atau AMARI.

Kontributor: Caroline Aretha M.

Referensi: 

Centers for Disease Control and Prevention (2020). People with Certain Medical Conditions. https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/need-extra-precautions/people-with-medical-conditions.html#copddiakses pada 7 Oktober 2020

Karyono, D., & Wicaksana, A. (2020). Current prevalence, characteristics, and comorbidities of patients with COVID-19 in Indonesia. Journal of Community Empowerment for Health, 3(2), 77-84. doi:https://doi.org/10.22146/jcoemph.57325

Sanyaolu, A., Okorie, C., Marinkovic, A., Patidar, R., Younis, K., Desai, P., Hosein, Z., Padda, I., Mangat, J., & Altaf, M. (2020). Comorbidity and its Impact on Patients with COVID-19. SN Comprehensive Clinical Medicine2(8), 1069-1076. doi:https://doi.org/10.1007/s42399-020-00363-4

Antara Komorbiditas dan Pasien Penderita COVID-19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *